Perlukah Menghapus Karya Lama?

  Perlukah Menghapus Karya Lama? Saat Tulisan Masa Lalu Bertabrakan dengan Nilai Masa Kini Pernah nggak sih, kamu baca lagi tulisan lama sendiri lalu merasa, “Ini aku banget… tapi kok juga bukan aku yang sekarang?” Rasanya janggal, bahkan kadang memalukan. Di titik itulah banyak penulis mulai bertanya: apakah karya lama perlu dihapus? Tulisan Itu Lahir dari Zaman, Bukan dari Kekosongan Setiap karya lahir dari konteks—cara pikir, pengalaman, dan nilai yang hidup di masanya. Masalahnya, dunia tidak diam. Cara kita memandang sesuatu berubah. Sensitivitas meningkat. Hal yang dulu dianggap biasa, sekarang bisa jadi terasa salah. Akibatnya, karya lama sering terlihat “tidak cocok” dengan standar hari ini. Sebagian penulis memilih jalan cepat: hapus. Alasannya beragam—mulai dari takut disalahpahami, dianggap tidak peka, sampai sekadar merasa “cringe” dengan gaya lama mereka. Tapi… apakah itu solusi terbaik? Ketika Karya Lama Jadi Kontroversi Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak ...

Keindahan Ke(Fana)indah-an?

 Keindahan Ke(Fana)indah-an?


Ada yang singgah, di puncak keindahan. 

Manusia sebut, ia adalah sang kebahagiaan. 

Meski, mungkin hanya kefanaan. 

Namun justru begitu didambakan.


Alih-alih berdoa agar sang kebahagiaan singgah,

Manusia kian berlomba-lomba, menciptakan kebahagiaan mereka.


Dalam jarak berjauhan, ada yang sibuk melempar serapah.

Sedangkan yang lain tabah menuai ketidakadilan.

Lantas, jika keindahan mendorong manusia pada kesengsaraan,

Pantaskah disebut kebahagiaan?


Bukankah, itu semua sebatas keegoisan, makhluk fana bernama manusia?




By: HegaEca



Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERPEN: Gadis Porselen Dibalik Jeruji Besi

Karakter Sempurna Novel Tidak Menarik?

Siapa yang Menguasai Cerita? Perdebatan Abadi antara Penulis dan Pembaca