Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Perlukah Menghapus Karya Lama?

  Perlukah Menghapus Karya Lama? Saat Tulisan Masa Lalu Bertabrakan dengan Nilai Masa Kini Pernah nggak sih, kamu baca lagi tulisan lama sendiri lalu merasa, “Ini aku banget… tapi kok juga bukan aku yang sekarang?” Rasanya janggal, bahkan kadang memalukan. Di titik itulah banyak penulis mulai bertanya: apakah karya lama perlu dihapus? Tulisan Itu Lahir dari Zaman, Bukan dari Kekosongan Setiap karya lahir dari konteks—cara pikir, pengalaman, dan nilai yang hidup di masanya. Masalahnya, dunia tidak diam. Cara kita memandang sesuatu berubah. Sensitivitas meningkat. Hal yang dulu dianggap biasa, sekarang bisa jadi terasa salah. Akibatnya, karya lama sering terlihat “tidak cocok” dengan standar hari ini. Sebagian penulis memilih jalan cepat: hapus. Alasannya beragam—mulai dari takut disalahpahami, dianggap tidak peka, sampai sekadar merasa “cringe” dengan gaya lama mereka. Tapi… apakah itu solusi terbaik? Ketika Karya Lama Jadi Kontroversi Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak ...

CERPEN: Gadis Porselen Dibalik Jeruji Besi

Gambar
  Gadis Porselen Dibalik Jeruji Besi Tersenyum… Gadis yang menarik sudut bibirnya itu tersenyum. Menikmati kenyamanan, duduk manis di atas kursi putih megahnya, dilengkapi segelas wine di tangan. Irama melodi dari piringan hitam, memecah keheningan—menambah suasana damai nan tentram. Atmosfer yang begitu sempurna. Sampai… Gadis dengan surai hitam bergelombang itu, mulai melirik jam pasirnya—tampak sirna pada satu sisi. Retina coklat dengan partikel karamel itu terdiam, helaan nafas halus kini mulai terdengar. Gumam malas pun lolos dengan mudahnya “Sudah waktunya”. Dengan senyuman, gadis itu bersenandung kecil. Membiarkan gaun burgundy panjangnya menjuntai, berjalan dengan tenang di tengah keheningan. Di depan sebuah kolam besar, ia menghentikan langkahnya. Membalik tubuh, sebelum kembali memejamkan kelopak mata—menghempaskan tubuhnya—jatuh ke dalam kolam.              Sampai….. Ia kembali membuka kelopak matanya. Memp...

CERPEN: Untukmu, diriku

Gambar
 Untukmu, diriku                Orang bilang menjadi dewasa adalah saat dimana kita kehilangan diri kita.  Beberapa lainnya mengatakan, menjadi dewasa hanya bisa terjadi saat kita benar-benar menghendakinya.  Tidak banyak yang membahas mengenai menjadi dewasa karena tuntutan keadaan.  Apa karena hal itu dianggap tabu? Ketika seseorang merasakan guncangan yang dahsyat dalam dirinya dalam proses pendewasaan... Orang lain akan mengatakan bahwa dia memiliki iman yang lemah, dia tidak kuat dan jauh dari tuhannya.  Sedikit, bahkan hampir tidak ada yang benar-benar peduli dan mengkhawatirkan keadaannya.  Hidup… Apa selalu seperti ini?.. Akan menjadi orang dewasa seperti apakah diriku? Aku, jadi sedikit takut. Syaa menutup bukunya. Melempar pena yang secara tepat sasaran masuk ke gelas murahan yang dijadikannya sebagai tempat bolpoin. Gadis itu terdiam, melihat jam pada ponsel yang menunjukan pukul 23.57. Beberapa jam la...