Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Perlukah Menghapus Karya Lama?

  Perlukah Menghapus Karya Lama? Saat Tulisan Masa Lalu Bertabrakan dengan Nilai Masa Kini Pernah nggak sih, kamu baca lagi tulisan lama sendiri lalu merasa, “Ini aku banget… tapi kok juga bukan aku yang sekarang?” Rasanya janggal, bahkan kadang memalukan. Di titik itulah banyak penulis mulai bertanya: apakah karya lama perlu dihapus? Tulisan Itu Lahir dari Zaman, Bukan dari Kekosongan Setiap karya lahir dari konteks—cara pikir, pengalaman, dan nilai yang hidup di masanya. Masalahnya, dunia tidak diam. Cara kita memandang sesuatu berubah. Sensitivitas meningkat. Hal yang dulu dianggap biasa, sekarang bisa jadi terasa salah. Akibatnya, karya lama sering terlihat “tidak cocok” dengan standar hari ini. Sebagian penulis memilih jalan cepat: hapus. Alasannya beragam—mulai dari takut disalahpahami, dianggap tidak peka, sampai sekadar merasa “cringe” dengan gaya lama mereka. Tapi… apakah itu solusi terbaik? Ketika Karya Lama Jadi Kontroversi Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak ...

HITAM

Gambar
 HITAM Hitam, Warna yang mampu melenyapkan apapun Kegundahan, ketidaktenangan ataupun kegelisahan Apapun yang kau rasakan, mampu tenggelam dengan mudah, oleh sang kelam Pengusung hati kelabu Sendu yang menderu Agaknya terdengar bak gemuruh Kelakar riang kian mulai mengusik Pembaringan menjadi tempat terbaik Terhanyut, terisak. Terlelap menjadi dambaan Tuan kelam, bantu diriku terlelap Tak apa meski kau enggan membangunkan Karena aku sudah terbiasa, Terbiasa melihat warna hitam di mata.  HegaEca

Bagaimana Harimu?

  Bagaimana Harimu? Bagaimana harimu? Kau merasakan bahagia? Atau tengah terluka? Jika kau merasa bahagia, maka jangan lupa untuk tersenyum sepanjang hari. Percayalah, senyumanmu akan membawa kebahagiaan bagi orang lain. Bagi orang-orang yang melihatnya.  Namun, jika kau tengah merasa terluka — merasa penuh kesedihan. Tidak apa-apa, bukan salahmu jika kau merasakan rasa sedih, bukan salahmu jika kau merasa terluka.  Yakinlah, luka yang kau alami akan membuatmu semakin kuat. Akan menjadi pengalaman berharga yang bisa kau ingat. Akan membentuk pemikiran dan pribadimu semakin tangguh.  Kesedihan ini akan berlalu. Rasa sakit yang kau alami akan segera hilang. Semuanya akan segera berubah menjadi kebahagiaan.  Kau pantas mendapatkan kebahagiaan. Karena kau adalah sosok yang berharga.... Ingatlah itu....

Keindahan Ke(Fana)indah-an?

Gambar
  Keindahan Ke(Fana)indah-an? Ada yang singgah, di puncak keindahan.  Manusia sebut, ia adalah sang kebahagiaan.  Meski, mungkin hanya kefanaan.  Namun justru begitu didambakan. Alih-alih berdoa agar sang kebahagiaan singgah, Manusia kian berlomba-lomba, menciptakan kebahagiaan mereka. Dalam jarak berjauhan, ada yang sibuk melempar serapah. Sedangkan yang lain tabah menuai ketidakadilan. Lantas, jika keindahan mendorong manusia pada kesengsaraan, Pantaskah disebut kebahagiaan? Bukankah, itu semua sebatas keegoisan, makhluk fana bernama manusia? By: HegaEca