Perlukah Menghapus Karya Lama?

  Perlukah Menghapus Karya Lama? Saat Tulisan Masa Lalu Bertabrakan dengan Nilai Masa Kini Pernah nggak sih, kamu baca lagi tulisan lama sendiri lalu merasa, “Ini aku banget… tapi kok juga bukan aku yang sekarang?” Rasanya janggal, bahkan kadang memalukan. Di titik itulah banyak penulis mulai bertanya: apakah karya lama perlu dihapus? Tulisan Itu Lahir dari Zaman, Bukan dari Kekosongan Setiap karya lahir dari konteks—cara pikir, pengalaman, dan nilai yang hidup di masanya. Masalahnya, dunia tidak diam. Cara kita memandang sesuatu berubah. Sensitivitas meningkat. Hal yang dulu dianggap biasa, sekarang bisa jadi terasa salah. Akibatnya, karya lama sering terlihat “tidak cocok” dengan standar hari ini. Sebagian penulis memilih jalan cepat: hapus. Alasannya beragam—mulai dari takut disalahpahami, dianggap tidak peka, sampai sekadar merasa “cringe” dengan gaya lama mereka. Tapi… apakah itu solusi terbaik? Ketika Karya Lama Jadi Kontroversi Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak ...

HITAM

 HITAM


Hitam,

Warna yang mampu melenyapkan apapun

Kegundahan, ketidaktenangan ataupun kegelisahan

Apapun yang kau rasakan, mampu tenggelam dengan mudah, oleh sang kelam


Pengusung hati kelabu

Sendu yang menderu

Agaknya terdengar bak gemuruh


Kelakar riang kian mulai mengusik

Pembaringan menjadi tempat terbaik


Terhanyut, terisak.

Terlelap menjadi dambaan

Tuan kelam, bantu diriku terlelap

Tak apa meski kau enggan membangunkan

Karena aku sudah terbiasa,

Terbiasa melihat warna hitam di mata. 



HegaEca


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERPEN: Gadis Porselen Dibalik Jeruji Besi

Karakter Sempurna Novel Tidak Menarik?

Siapa yang Menguasai Cerita? Perdebatan Abadi antara Penulis dan Pembaca