Perlukah Menghapus Karya Lama?

  Perlukah Menghapus Karya Lama? Saat Tulisan Masa Lalu Bertabrakan dengan Nilai Masa Kini Pernah nggak sih, kamu baca lagi tulisan lama sendiri lalu merasa, “Ini aku banget… tapi kok juga bukan aku yang sekarang?” Rasanya janggal, bahkan kadang memalukan. Di titik itulah banyak penulis mulai bertanya: apakah karya lama perlu dihapus? Tulisan Itu Lahir dari Zaman, Bukan dari Kekosongan Setiap karya lahir dari konteks—cara pikir, pengalaman, dan nilai yang hidup di masanya. Masalahnya, dunia tidak diam. Cara kita memandang sesuatu berubah. Sensitivitas meningkat. Hal yang dulu dianggap biasa, sekarang bisa jadi terasa salah. Akibatnya, karya lama sering terlihat “tidak cocok” dengan standar hari ini. Sebagian penulis memilih jalan cepat: hapus. Alasannya beragam—mulai dari takut disalahpahami, dianggap tidak peka, sampai sekadar merasa “cringe” dengan gaya lama mereka. Tapi… apakah itu solusi terbaik? Ketika Karya Lama Jadi Kontroversi Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak ...

Jejak Air Mata Sang Bulan

Jejak Air Mata Sang Bulan


Keinginan hati yang menggumpal

Lalah darah yang mengental

Tidak sedalam lautan,

Namun, begitu merusak perasaan.


Dibalik gulita malam, 

Sang bulan mengintai.

Telusuri jalan kesunyian,

Tenggelam dalam isakan.


Sukma melanglang buana

Pandangan menyendu terharu

Menyusup di kegelapan

Jejak Air Mata Sang Bulan



By: HegaEca

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERPEN: Gadis Porselen Dibalik Jeruji Besi

Karakter Sempurna Novel Tidak Menarik?

Siapa yang Menguasai Cerita? Perdebatan Abadi antara Penulis dan Pembaca